Atika Rusli. Diberdayakan oleh Blogger.
Quote
"Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri” -
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tri Risma Harini: A Brave Woman
“Go forward! All should begin bravely! The brave had won three-fourth of world” R.A. Kartini bravely stated. Kartini’s quotation is representation of a brave woman who served as Surabaya Mayor in period 2010-2015. She is Tri Risma Harini. Risma was born in Kediri November 20th 1961. She is brave to take a risk of her decision. Although some senators oppose her, she is still steadfast of her decision, such as rejection of toll building, raise advertisement tax, closure of prostitution localization, etc.
Risma refused Surabaya midle toll road building which have IDR 4.5 trillion of Surabaya Government budget. Risma’s rejection has considered against provincial government and central government. She thinks that toll road will not resolve traffic jams in Surabaya City, but it will increase level of jams.
Risma raise 100%-400% of advertisement tax which more 8 meters advertisement. Surabaya senator assume that the decision will reduce income of Advertisement Company in Surabaya, but Risma give her reason. She do it to limit fixing of big advertisement which may harm society, besides in order to Surabaya is not became advertisement forest. As for advertisement size which under 8 meters, she reduce 40% of tax for giving opportunity to home industry owner in marketing their products.
Risma is still consistent, although her decisions used to depose her of her position. The last, she made brave decision, closure of Dolly prostitution localization. For this decision, some people resist, even she and her family often got terror. But, she was not dither. She choose it decision for save future of childrens who lived in around the localization. She also prepare IDR 25 milliard of budget to change bad face of Dolly localization.
Some times leader policy to bring change ger challenge, even lost lives stake. But Risma was not dither, she said "sing penting kuto iki dadi apik" most important is this city become better. She always told to her family that don't demand to anyone, if one day I died while on duty. She is really a brave woman, and everyone can become brave leader too.
* I wait your correction of my essay above, please...
Author : Unknown
Ini bukan masalah warna
Suatu pagi
di tengah lapangan berumput, kami mendengar cerita tentang penjual balon gas dan seorang anak. Kisah itu diceritakan oleh seorang perempuan, yang akrab kami panggil Mom Indah. Bagi kami, dia adalah seorang inspirator dan motivator bagi
para pemilik mimpi.
Kurang lebih seperti ini cerita yang dibaginya.
Kurang lebih seperti ini cerita yang dibaginya.
Hari
liburan anak sekolah telah tiba, pusat rekreasi keluarga ramai
dikunjungi oleh orang tua yang mengajak anaknya mengisi liburan. Di tengah
keramaian, seorang penjual balon gas mulai membuka jualannya. Dia mulai melepaskan
balon gasnya satu per satu.
Untuk menarik perhatian pengunjung, penjual itu hanya melepaskan balon yang berwarna hijau. Sudah beberapa balon terlihat melayang di udara, dan semuanya berwarna hijau.
Untuk menarik perhatian pengunjung, penjual itu hanya melepaskan balon yang berwarna hijau. Sudah beberapa balon terlihat melayang di udara, dan semuanya berwarna hijau.
Dari kejauhan seorang anak mulai penasaran, mengapa balon yang terlihat di udara hanya balon yang berwarna hijau.
Anak itu lalu datang menghampiri penjual tersebut dan bertanya “mengapa balon hijau saja yang engkau lepaskan ke udara? Apakah hanya balon hijau saja yang bisa terbang, dan balon lainnya tidak bisa?”
Sang penjualpun terlihat senang akan ketertarikan anak itu. Perlahan dia lalu menunduk mendekat ke anak dan menjelaskan
“ini bukan masalah warna nak, balon itu terbang karena gas yang ada di dalamnya, jadi
apapun warna balonnya jika dia
berisi gas maka dia bisa terbang”
Di akhir
cerita, Mom Indah menarik pelajaran dari cerita balon gas tersebut. Mom menutup
ceritanya dengan menyampaikan motivasi kepada puluhan pemimpi yang ada di
hadapannya, bahwa apapun latar belakangmu, asal daerah, warna kulit,
tingkat pendidikan, dan lain-lain, maka itu bukan penghalang
dirimu untuk terbang. Siapapun kita bisa bermimpi dan terbang untuk meraih
mimpi kita, yang penting kita punya kemauan yang kuat dan usaha yang gigih
untuk meraihnya.
*Suatu pagi di Pare, Maret 2014
*Suatu pagi di Pare, Maret 2014
Author : Unknown
Thanks for the respondents
Author : Unknown
Lagu Wajib Penyiar Radio
Balada Seorang Penyiar
Tiada lembah tiada gunung
Tiada kota tiada dusun
Suaramu terdengar merayu
Mengantarkan lagu-lagu
Tiada lembah tiada gunung
Tiada kota tiada dusun
Suaramu terdengar merayu
Mengantarkan lagu-lagu
Author : Unknown